Collection of Original Bali Pictures and Photography. Picture of daily balinese life : people, nature,wildlife, and culture.
Friday, January 16, 2015
Dolphin Show di Hotel Melka Excelsior Lovina, Bali
Hotel Melka terletak di Kalibukbuk - Lovina - Bali, , 10 km di Barat Singaraja, ibukota kabupaten Buleleng dan sekitar 3 jam berkendara dari Bandara Internasional Ngurah Rai Bali.
Hotel Melka Excelsior adalah satu-satunya hotel di dunia dengan lumba-lumba didalam kolam renang mereka untuk berenang.
Ada beberapa hal yang anda bisa coba di sini.
- Pertunjukkan Lumba-lumba
- Menyentuh & memfoto
- Berenang dengan Lumba-lumba
- Menyelam dengan Lumba-lumba
- Kebun Binatang Mini..
SHOW LUMBA LUMBA GRATIS UNTUK TAMU HOTEL
Show Lumba-lumba US$ 8/orang untuk "walk-in guests"
Show lumba-lumba jam 09.00 dan 16.00
Saturday, November 1, 2014
Foto Foto Upacara Potong Gigi (metatah/ mesangih) di Bali
Upacara Potong Gigi atau dalam bahasa Bali Mepandes bisa juga disebut Matatah atau Mesanggih, dimana 6 buah taring yang ada di deretan gigi atas dikikir atau ratakan, upacara ini merupakan satu kewajiban, adat istiadat dan kebudayaan yang masih terus dilakukan oleh umat Hindu di Bali secara turun temurun sampai saat ini.
Upacara ini dianggap sakral dan diperuntukan bagi anak anak yang mulai beranjak dewasa, dimana bagi anak perempuan yang telah datang bulan atau mensturasi, sedangkan bagi anak laki laki telah memasuki masa akil baliq atau suaranya telah berubah,
Adapun 6 sifat buruk dalam diri manusia atau disebut juga sad ripu yang harus dibersihkan tersebut adalah:
Hawa nafsu
Rakus/Tamak/keserakahan
Angkara murka/kemarahan
Mabuk membutakan pikiran
Perasaan bingung
Iri hati/ dengki
Dari semua sifat yang ada ini, bila tidak dikendalikan dapat mengakibatkan hal hal yang tidak baik/diinginkan, juga bisa merugikan dan membahayakan bagi anak anak yang akan beranjak dewasa kelak dikemudian hari. Oleh karena itu kewajiban bagi setiap orang tua untuk dapat memberi nasehat, bimbingan serta permohonan doa kepada Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha ) agar anak mereka terhindar dari 6 pengaruh sifat buruk yang sudah ada sejak manusia di lahirkan di dunia.
Friday, August 22, 2014
Foto Foto Liburan ke bali - Bali Top Holiday
Foto Foto Liburan ke Bali
Liburan ke bali tak lengkap tanpa mengabadikannya lewat kamera tersayang anda..yuk liat, foto liburan teman teman dari seluruh nusantara ke bali , bersama balitopholiday.com
paket liburan murah bali ada di sini
Saturday, May 31, 2014
Foto foto Kertagosa
Dari Tamasya SD sampai sudah beranak, rasanya tak ada yang berubah dari salah satu bangunan bersejarah di Klungkung, Bali.Kertagosa adalah salah satu saksi bisu sejarah Kerajaan Klungkung, Pendudukan Belanda dan Bali.
Bangunan di tengah kota klungkung ini memang salah satu obyek wisata di Bali.
Kebanyakan yang berkunjung ke sini adalah wisatawan mancanegara. Minat wisatawan lokal mungkin tidak terlalu besar ke sini. Mungkin minat wisatawan mancanegara terhadap terhadap sejarah lebih besar dibanding wisatawan lokal..
Keunikan Kerta Gosa, Warisan Budaya yang Menarik
Dibangun pada tahun 1686 oleh Dewa Agung Jambe, Taman Gili Kerta Gosa merupakan salah satu situs warisan budaya yang paling menarik di Bali saat ini. Kerta Gosa adalah sebuah bangunan terbuka (bale) yang secara resmi merupakan bagian dari kompleks Puri Semarapura(kerajaan klungkung), di mana denah detail dari bangunan kerajaan bisa juga dilihat di museum
Terletak di jantung kota Kabupaten Klungkung, di sebelah pasar utama, Kerta Gosa telah direnovasi dan dilestarikan oleh pemerintah. Di dalam tembok dengan ukiran Bali tradisional, terdapat dua bangunan tinggi berdiri yaitu, disebut Bale Akerta Gosa dan Bale Kambang. Bale Akerta Gosa merupakan sebuah bangunan tinggi di sudut kanan setelah pintu masuk, serta Bale Kambang yang lebih besar terletak di tengah dan dikelilingi oleh kolam.
Selain arsitektur bangunan yang indah, keunikan Kerta Gosa terletak di langit-langit bale yang ditutupi dengan lukisan tradisional bergaya Kamasan. Kamasan adalah sebuah desa di Kabupaten Klungkung yang telah memperoleh nama basar untuk lukisan wayangnya. Lukisan Kamasan biasanya mengambil epik seperti Ramayana atau Mahabharata sebagai tema lukisan. Lukisan Kamasan biasanya ditemukan di Pura-Pura sebagai hiasan yang memiliki banyak arti.
Sebelumnya lukisan di langit-langit Kerta Gosa dibuat pada kain, namun pada tahun 1930 dipugar dan dicat pada eternit. Lukisan-lukisan di langit-langit Kerta Gosa menawarkan pelajaran rohani yang berharga. Jika seseorang melihat hal ini secara rinci, pada setiap bagian langit-langit menceritakan cerita yang berbeda, terdapat satu bagian yang bercerita tentang karma dan reinkarnasi, dan bagian lain menggambarkan setiap fase kehidupan manusia dari lahir sampai mati. Lukisan dibagi menjadi enam tingkatan, yang mewakili akhirat, serta yang paling atas yaitu nirwana.
Bale Kambang adalah sebuah bangunan indah di tengah kolam. Lukisan Kamasan di langit-langit menggambarkan kisah dari epik Sutasoma. Kedua sisi dari jembatan menuju bale dijaga oleh patung-patung yang mewakili karakter dari epik dengan latar belakang kolam teratai.
Tema dalam lukisan menunjukkan bahwa bangunan tersebut difungsikan sebagai tempat bagi keluarga kerajaan untuk mengadakan upacara agama untuk ritual Manusa Yadnya seperti pernikahan dan upacara potong gigi. Kerta Gosa juga berfungsi sebagai pengadilan selama pendudukan Belanda di Kabupaten Klungkung pada tahun 1908-1942.
Sekarang juga dilengkapi dengan museum, di mana sejarah kerajaan kelungkung, dan beberapa hal menarik seperti alat tradisional dan mata uang lama juga bisa dilihat di sini..
Mari berwisata sambil belajar sejarah di Kertagosa.
Friday, October 18, 2013
Foto Jalan Tol di Bali
Asyik nich, lewat jalan tol di atas laut, viewnya lumayan indah.
Jalan tol ini menghubungkan benoa-bandara dan nusa dua .
Dari nusa dua ke denpasar sekarang cepat, cuma 15 menit, bayar 4.000 untuk motor.
Sambil melintas tol, minta teman abadikan fotonya...
Friday, April 19, 2013
sunrise di tanjung benoa, bali
Sunrise itu segar, sunrise itu menyehatkan.
Tanjung benoa,Bali yang ramai di siang, terlihat wajah tenangnya di pagi.
Kami mengabadikannya, walau mendung , walau galau.
Sang surya tersenyum di balik awan
Saturday, February 9, 2013
Pantai Pandawa
Pantai pandawa terletak di desa Kutuh.
Masih asing dengan nama desa Kutuh ? Desa ini berbatasan dengan desa Kampial dan ungasan..
Lokasinya memang masih dekat dengan beberapa obyek wisata lain misalnya Nusa dua, GWK, Dreamland dan Uluwatu.
Bukit kapur sebagai ciri khasnya berkombinasi dengan pasir putih , mirip dengan pantai lain di sekitar area bali selatan lainnya.
Untuk mencapainya anda bisa lewat kampial, nusa dua ..
Dari arah nusa dua menuju Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bali., atau masih satu arah dengan pemancar ANTV Di daerah kampial.
Plang Pantai pandawa cukup besar untuk dilihat pengunjung. Jalan menuju pantaipun sangat mulus.
Biaya masuk dihitung per kepala plus parkir mobil / sepeda motornya.
Kalau saya naik motor plus diri sendiri cukup 3000 rupiah. Mungkin karena muka asli Balinya.
Masuk Area obyek wisata , kesannya wow ..Bukit kapur memang dipotong untuk membuat jalan, dan di bukit dibuat sedikit rongga untuk patung patung Panca Pandawa,
Dulu pantai ini bernama pantai melasti kutuh atau Secret Beach , sesuai dengan fungsinya sebagai tempat upacara Melasti untuk area Kutuh , setelah adanya patung pandawa, namanya berubah menjadi Pantai Pandawa .
Parkir cukup representatif untuk motor, mobil bahkan bus.
Penjual makanan sudah disediakan stand untuk berjualan,.
Ada jagung bakar walau siang .
Wisatawan yang datang kesini ternyata cukup banyak dari mancanegara.
Salah seorang wisatawan yang sempat berbincang dengan saya berkebangsaan rusia, dan sudah bisa bahasa indonesia ..wow..dari dia saya jadi tahu bahasa Rusianya jagung : kukuruza ...emang kuku rusa bisa dimakan om ???
Wisatawan mancanegara datang kesini untuk berjemur,menikmati pantai yang panas dan berselancar.
Di balik hingar bingar dunia pariwisata, ada kehidupan lain masyarakat lokal di sini.
Di pinggir pantai, terdapat kelompok petani rumput laut, yang dalam bahasa balinya dikenal Bulung,
Dari cerita para petani ini,petani rumput laut di sini bisa dibilang kurang sejahtera.
harga rumput laut kering di sini hanya Rp.9.200/kg.
Proses yang dilewati pun tidak sedikit.
Rumput laut dijemur harus dalam cuaca cerah.. bisa dibayangkan jika cuaca hujan tiap hari,.
setelah keringpun, rumput laut harus dibersihkan dari kotoran lain selain rumput laut...
Petani yang saya jumpai semuanya relatif sudah berumur, dan dari cerita mereka, tanah tanah di sekitar pantai sudah dijual sekitar tahun 1990-an ke investor dengan harga yang murah.
Tapi dengan bijaksana bapak tua ini bicara lirih :'Investor tidak jahat, mereka mengerti peluang, Kita yang bodoh.. "
Lanjutkan menjemur bulung ya pak, saya masih ragu, apa anak cucu kita bisa melihat bulung beberapa tahun ke depan...
Pantai yang indah, kehidupan masyarakat lokal yang makin sulit. Ironi pariwisata..
Masih asing dengan nama desa Kutuh ? Desa ini berbatasan dengan desa Kampial dan ungasan..
Lokasinya memang masih dekat dengan beberapa obyek wisata lain misalnya Nusa dua, GWK, Dreamland dan Uluwatu.
Bukit kapur sebagai ciri khasnya berkombinasi dengan pasir putih , mirip dengan pantai lain di sekitar area bali selatan lainnya.
Untuk mencapainya anda bisa lewat kampial, nusa dua ..
Dari arah nusa dua menuju Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bali., atau masih satu arah dengan pemancar ANTV Di daerah kampial.
Plang Pantai pandawa cukup besar untuk dilihat pengunjung. Jalan menuju pantaipun sangat mulus.
Biaya masuk dihitung per kepala plus parkir mobil / sepeda motornya.
Kalau saya naik motor plus diri sendiri cukup 3000 rupiah. Mungkin karena muka asli Balinya.
Masuk Area obyek wisata , kesannya wow ..Bukit kapur memang dipotong untuk membuat jalan, dan di bukit dibuat sedikit rongga untuk patung patung Panca Pandawa,
Dulu pantai ini bernama pantai melasti kutuh atau Secret Beach , sesuai dengan fungsinya sebagai tempat upacara Melasti untuk area Kutuh , setelah adanya patung pandawa, namanya berubah menjadi Pantai Pandawa .
Parkir cukup representatif untuk motor, mobil bahkan bus.
Penjual makanan sudah disediakan stand untuk berjualan,.
Ada jagung bakar walau siang .
Wisatawan yang datang kesini ternyata cukup banyak dari mancanegara.
Salah seorang wisatawan yang sempat berbincang dengan saya berkebangsaan rusia, dan sudah bisa bahasa indonesia ..wow..dari dia saya jadi tahu bahasa Rusianya jagung : kukuruza ...emang kuku rusa bisa dimakan om ???
Wisatawan mancanegara datang kesini untuk berjemur,menikmati pantai yang panas dan berselancar.
Di balik hingar bingar dunia pariwisata, ada kehidupan lain masyarakat lokal di sini.
Di pinggir pantai, terdapat kelompok petani rumput laut, yang dalam bahasa balinya dikenal Bulung,
Dari cerita para petani ini,petani rumput laut di sini bisa dibilang kurang sejahtera.
harga rumput laut kering di sini hanya Rp.9.200/kg.
Proses yang dilewati pun tidak sedikit.
Rumput laut dijemur harus dalam cuaca cerah.. bisa dibayangkan jika cuaca hujan tiap hari,.
setelah keringpun, rumput laut harus dibersihkan dari kotoran lain selain rumput laut...
Petani yang saya jumpai semuanya relatif sudah berumur, dan dari cerita mereka, tanah tanah di sekitar pantai sudah dijual sekitar tahun 1990-an ke investor dengan harga yang murah.
Tapi dengan bijaksana bapak tua ini bicara lirih :'Investor tidak jahat, mereka mengerti peluang, Kita yang bodoh.. "
Lanjutkan menjemur bulung ya pak, saya masih ragu, apa anak cucu kita bisa melihat bulung beberapa tahun ke depan...
Pantai yang indah, kehidupan masyarakat lokal yang makin sulit. Ironi pariwisata..
Subscribe to:
Posts (Atom)


















































