Bali Wedding Packages

Bali Wedding Packages
bali wedding organizer

Paket Liburan ke Bali

Monday, August 13, 2012

Furama cafe JImbaran











Jimbaran oh jimbaran..
nikmati sunset dan makan malam di jimbaran
Furama cafe menyajikan hidangan seafood dengan bumbu khas jimbarannya..
Mahal ? tidak juga, kita sediakan harga terjangkau untuk paketnya.
Book to : 082147028881 /  082145918309

Friday, August 10, 2012

Bali Bird Park

Bali Bird Park (taman burung bali) lokasinya di singapadu,sukawati.
dari denpasar sekitar 20-30 menit..
Berbagai macam burung dari seluruh nusantara ada di sini.Burung luar negeri juga ada
Jalak bali (starling) yang langka juga bisa anda lihat di sini.
Bagian yang menarik menurut saya adalah rumah toraja dengan burung hantu di dalamnya..
toraja di bali ? aneh tapi menarik..

Anda bisa melihat burung pemarah yang jarang senyum,jalak bali,burung dari papua,sumatera,jawa , dengan berbagai karakter.

Foto dengan burung juga oke, makan siang bisa anda lakukan di restoran dengan view asik.
Tiket cuma 82.500 untuk lokal indonesia. sudah termasuk gratis ke bali reptile park..

ini dia foto foto bali bird park.


























Sunday, April 29, 2012

Resto terapung Kedisan (Floating Resto Kedisan)










Daerah batur, dengan keindahan alam nya, danau, gunung dan bekas aktivitas vulkanis yang sangat asik dinikmati, juga menyimpan beberapa keunikan lain.

Salah satunya adalah Resto terapung Kedisan (Floating Resto Kedisan), yang berada di tepi danau Batur.
Kedisan adalah nama sebuah desa di pinggir danau batur.
Untuk mencapainya, dari kintamani , anda turun ke arah danau, dengan jalan yang agak berbahaya, sedikit curam, dihiasi truk yang memuat pasir dan batu , yang menghidupi masyarakat sekitar Batur, sebagai berkah dari letusan gunung Batur di masa lalu.
Dekat dengan Kedisan, ada juga obyek wisata air panas toyabungkah , pendakian gunung batur dan desa magis trunyan.
Resto terapung Kedisan (Floating Resto Kedisan) memiliki menu andalan ikan nila bakar atau goreng.
ditambah pelcing kangkung , sejuknya cuaca danau membuat rasa lapar semakin menyerang dan mendapat ganjaran yang pas..

Anda bisa memilih beberapa tempat duduk di bagian restoran yang menjorok ke tengah danau atau di pinggir danau..
bagian pinggir dan tengah dihubungkan dengan jembatan kayu,
Jika memilih di tengah, rasanya meja anda akan sedikit bergoyang ..
ruangan ruang resto berdinding kaca..
Ada juga bagian outdoor yang membuat anda bebas menikmati indahnya pemandangan danau dan  gunung batur.
Wisatawan mancanegara dan domestik bergabung bersama menikmati indah pemandangan ini..

1 ikan bakar 1/2 Kg , 2 nasi putih , plecing kangkung, 3 macam sambal dan 2 jeruk anget kira kira berharga Rp.80.000..cukup untuk makan siang romantis di liburan anda..

MAU ??

Sunday, January 29, 2012

Foto Foto dari Monkey Forest Ubud






Monkey forest Ubud adalah salah satu obyek wisata di area ubud, yang terkenal dengan budaya dan seninya.
Seperti namanya, di obyek wisata ini terdapat hutan mini, dengan kera kera yang tidak terlalu agresif, dengan beberapa pura di dalamnya..
obyek ini tertata sangat apik dan asri,
pemandangan hijau dengan beberapa view menarik dihiasi oleh canda kera kera yang sedang makan,berkelahi atau bercinta.
Tiket masuk untuk area ini sekitar 15.000/org untuk wisatawan domestik.
cukup murah kan ?

silahkan nikmati beberapa foto ini sebelum anda ke bali dan mengunjungi Ubud, khususnya monkey forest ubud

Wednesday, November 23, 2011

Pura Tirta Empul






Tirta Empul adalah sebuah pura yang terletak di Desa Manukaya, Kecamatan Tampak Siring, Kabupaten Gianyar, Bali. Lokasinya tepat di sebelah Istana Presiden di Tampak Siring yang dulu dibangun oleh presiden Soekarno.

Pura Tirta Empul terkenal karena terdapat sumber air yang hingga kini dijadikan air suci untuk melukat (membersihkan diri, jiwa dan raga) oleh masyarakat dari seluruh pelosok Bali, tak jarang wisatawan yang berkunjung pun tertarik untuk ikut melukat.

Mengenai nama pura ini kemungkinan besar diambil dari nama mata air yang terdapat didalam pura ini yang bernama Tirta Empul seperti yang telah disebutkan diatas. Secara etimologi bahwa Tirta Empul artinya air yang menyembur keluar dari tanah. Maka Tirta Empul artinya adalah air suci yang menyembur keluar dari tanah.

Air Tirta Empul mengalir ke sungai Pakerisan. Sepanjang aliran sungai ini terdapat beberapa peninggalan purbakala.

Dalam mitologi itu diceritakan bahwa Raja Mayadenawa bersikap sewenang – wenang dan tidak mengijinkan rakyat untuk melaksanakan upacara – upacara keagamaan untuk mohon keselamatan dari Tuhan Yang Maha Esa. Setelah perbuatan itu diketahui oleh Para Dewa, maka para dewa yang dikepalai oleh Bhatara Indra menyerang Mayadenawa.
Bhatara Indra pun diutus dari langit untuk membunuh Mayadenawa.
Akhirnya Mayadenawa dapat dikalahkan dan melarikan diri sampailah disebelah Utara Desa Tampak siring.
Akibatnya kesaktiannya Mayadenawa menciptakan sebuah mata air Cetik (Racun) yang mengakibatkan banyaknya para laskar Dewa Indra yang gugur akibat minum air tersebut. Melihat hal ini Bhatara Indra segera menancapkan tombaknya dan memancarkan air keluar dari tanah (Tirta Empul) dan air Suci ini dipakai memerciki para Dewa sehingga tidak beberapa lama bisa hidup lagi seperti sedia kala.

Bagi anda yang dari luar Bali dan berlibur ke Bali, rasanya mungkin belum lengkap jika belum jalan-jalan ke Gianyar yang terkenal sebagai pusat seni di Bali, dan juga jangan lupa mampir ke Pura Tirta Empul dan merasakan suasana sejuk dan tenang. Jika berkenan, silahkan mencoba untuk melukat dan merasakan dinginnya air dari pancoran di Tirta Empul.

ENGLISH
Tirta Empul Temple or Tampak Siring Temple is a holy spring water temple located in Tampak Siring Village, Gianyar regency and it is about 39 km eastwards from Denpasar town.
It is set in the dale and encircled by the hill. In the west side of this temple, there is an Indonesian President palace which has been found by the first president.
The name of Tirta Empul is loaded in a inscription which is kept at Sakenan Temple, Manukaya village, Sub district of Tampak Siring, about 3 km from Tirta Empul Temple. In this inscription, the Tirta Empul is named by the Tirta Ri Air Hampul and then the name has changed into Tirta Hampul and finally become the Tirta Empul. Tirta Ri air hampul is meaning the water emerge or the holy pool (Petirthan) which is the water emerge from the land.
The wellspring emerges from the land is believed that it is the infinite creation. According to the history, that, that this water source is arranged and sanctified by king Indrajayasinghawarmadewa in the year 882 Saka (960 M). He has given the name with Tirta ri air hampul. The data is loaded in the inscription that is located at Sakenan Temple. Besides of the above epigraphy data, in Tirta Empul Temple is also found the archaeology omission like Colossus Yoni, Arca Lion, Tepasana and Tirta Empul Pool. According to papyrus of Usana Bali narrated that Tirta Empul is created by Bhatara Indra (Sun Deity) when bearing arms against the king where his palace is located in Bedahulu Countryside. He is known as a very miraculous king, which he can lose or show suddenly, therefore he is named by Mayadenawa. Because of its miracle, he becomes the arrogance and expressing himself as a god. The Mayadenawa King owns the assistant (Patih) which is called Kalawong. They prohibit the people to do the Yadnya (praying to the god) so that is often happened the natural disaster, disease epidemic, agriculture fail and finally miserable life society. Finally Betara Indra (one of Hindu God) gives battle against the kings that happened in Tampak Siring and then the Mayadenawa is gone to the wall and disappear. King Mayadenawa has also created poisonous pools which can the team of Bathara Indra die and faint after drinking this water. Then Bathara Indra stick the weapon of Umbul-umbul and finally the water is emerging so that called by Tirta Empul and then it is passed to the dead and faint soldier that made them back to live. Therefore at the moment this pool water is sanctified by the Hindu society in Bali and they believe that this water source can heal various of diseases, hence every day this place is a lot of visited by Hindu people to do the ritual and sanctify them self . This place has been opened for public and as a famous tourist destination in Bali.